Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Tentang Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu  cabang ilmu computer science berupa  teknologi dan atau simulasi yang diterapkan pada computer atau machine dengan meniru cara berpikir manusia, sehingga teknologi ini memiliki  kecerdasan layaknya manusia. 

Di era revolusi industry 4.0 saat ini, bidang keilmuan (AI) sudah banyak diterapkan oleh industry dan memiliki segmen yang sangat beragam terutama disegmen digital industy. Tahun 2018 sendiri, menurut data dari CNN Indonesia, bidang ini menyumbang 8,5% dari produk domestic bruto. Hal ini karena AI sudah banyak digunakan untuk memudahkan dan membantu manusia / industry dalam menghemat resources waktu, efektifitas dan meningkatkan produktifitas. AI juga merupakan satu dari empat The Fourth Industrial Revolution (IR4) di era 4.0 selain Cyber-Physical System, the Internet-of-Things (IoT), Cloud Computing. Teknologi AI dibagi menjadi beberapa cabang (branch)  diantaranya : Neural Network, Data Mining, Statistical AI, Pattern Recognition, Fuzzy Logic, Swarm Intelligence, Genetic Algorithm, Expert System. Cabang-cabang dari AI tersebut dapat diimplementasikan baik pada perangkat lunak maupun hardware/robotic.  Untuk dapat mengimplementasikan teknologi AI, anggota tim pengembang / peserta lomba harus memiliki dasar keilmuan dibidang Matematika, Logika dasar, Rekayasa Perangkat Lunak, dan minimal menguasai kompetensi salah satu bahasa pemrograman (direkomendasikan: Python, Java, C, C#) atau lainnya.

AI memiliki banyak peluang karir yang menjanjikan, diantaranya Peneliti, dimana area focus akan menangani perbaikan penelitian atau algoritma machine learning, dimana biasanya area ini sering dicari untuk membantu industry dan pemerintah untuk memberikan solusi dari masalah menggunakan machine learning (misalnya healthcare, simulasi pembelajaran), computer vision/recognition untuk membantu membuat deteksi object seperti project-project CCTV cerdas yang mengawasi dan melaporkan pelangaran lalu lintas, dll.  kemudian pengembang perangkat lunak untuk mengelola Data Scientist yang dapat diaplikasikan dibanyak bidang. 

Teknologi Kecerdasan Buatan  (Artificial Intelligence)